Sabtu, 28 Juli 2012

#cerpenpeterpan, sang penghenti waktu (insp, lagu peterpan - kayalan tingkat tinggi)



Seperti biasa. Di akhir pekan seperti ini aku selalu datang ketempat ini. Tempat yang nyaman. Sebuah kafe yang tidak terlalu ramai, Tapi juga tak sepi. Aku selalu bisa menikmati saat saat seperti ini. Saat yang relax ditemani segelas coklat panas.kunikati Menikmati detik-detik yang berlalu. Setiap waktu yang berjalan. 

Namun...

Seketika waktu berhenti. Mata itu. Mata yang memancarkan cahaya. Serasa tak berdaya ketika tatapan itu menembus jantungku. 

Gadis itu. Dengan mata yang memancarkan cahaya berkilau. Kecantikannya begitu mengagumkan, melemahkan aku melihat tatap matanya. Ia duduk di meja dekat tempatku duduk. Mungkin hanya berjarak sekitar 3 atau 4 meter. Tak sedetikpun terlewat untuk menatap wajahnya. Terfikir. Kalau saja bisa kusimpan wajahnya. Ia sedang bersama seorang temannya kurasa. Tapi aku tak begitu memperdulikan apapun lagi saat ini.

Pikiranku mulai melayang meninggalkan tubuhku. Tubuhku yang sudah kaku tak bisa beranjak dari bangku cafe ini. Melayang mendekatinya. Seketika tempat ini berubah. Tempat indah dimana hanya ada aku dan dirinya. Dia sudah berada disampingku. Saling bertatapan, Kugenggam tangannya. Dia milikku. Gadis cantik ini miliku. 

Kusadari khayalanku begitu tinggi saat aku kembali terhempas kebumi. Kembali pada ragaku. seorang pelayan cafe menanyakan apa aku ingin memesan minuman lagi. Tak sadar kalau aku sudah berjam jam disini hanya dengan memesan segelas coklat panas.

Gadis itu masih disana. Bersama teman-temannya. Sesaat sepertinya ia menoleh ke arahku. Pandangan kita bertemu. Namun sedetik kemudia ia bangkit dari tempat duduknya. 

Mau kemana dia? Hei, dia kesini. Berjalan ke arahku.

"Hai, aku luna." Sapanya. Mengajakku berkenalan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar